sijamoor precision farming

Meningkatkan GDP dengan Precision Farming

GDP (Gross Domestic Product) meningkat seiring perkembangan precision farming.

BANDUNG — Perkembangan teknologi di Indonesia kian meningkat seiring adanya Revolusi Industri 4.0. Berdasarkan World Economic Forum (2016), perkembangan ini akan semakin pesat ditunjang dengan teknologi Artificial Intellegence, Robotics, Internet of Things (IoT), dan sejenisnya. 

  • Mengapa muncul precision farming ?

Perubahan terjadi terhadap pengalaman baru pengguna, inovasi yang kolaboratif, dan nilai produk. Hal tersebut menjadi poin-poin penting pada bisnis di berbagai bidang. Begitu pula dengan sektor pertanian yang menjadi salah satu kunci utama ketahanan pangan di Indonesia.

  • Apa definisi dari precision farming ?

Di Era Revolusi Industri 4.0. Istilah Precision Farming (pertanian presisi) menjadi kunci utama dalam pengembangan teknologi pertanian yang lebih maju. “Precision Farming adalah konsep pertanian yang mengoptimumkan penggunaan sumber daya untuk mencapai hasil yang maksimal dan mengurangi dampak lingkungan,” Kata Nugroho Hari Wibowo, selaku Chief Technology Officer (CTO) BIOPS Agrotekno.

  • Bagaimana sistem kerja precision farming ?

Pertanian presisi berusaha menggunakan input seperti air, pupuk maupun pestisida seminimum mungkin untuk menghasilkan hasil pertanian yang maksimal dan tidak merusak lingkungan. Konsep ini termasuk ke dalam pertanian modern karena menghubungkan berbagai informasi, dan data dalam pengambilan keputusan di lapangan.

“Oleh karena itu biasanya pertanian presisi menggunakan berbagai informasi seperti informasi cuaca, posisi lahan, kondisi tanah dan beragam faktor yang berkaitan dengan pertanian untuk merumuskan berapa air yang diberikan ke tanaman ataupun jenis dan waktu pemupukan tanaman,” ujar pria yang juga merupakan lulusan Teknik Fisika ITB.

Baca juga : https://www.biopsagrotekno.co.id/alumni-itb-ciptakan-inovasi-alat-precision-farming/

  • Bagaimana meningkatkan GDP dengan Precision Farming ?

Dilansir dari laman McKinsey & Company mengenai konektivitas pertanian yang sangat berdampak pada peningkatan produktivitas komoditas pertanian dan pendapatan negara.

GDP (Gross Domestic Bruto) meningkat seiring perkembangan precision farming

Prediksi GDP (Gross Domestic Product) tahun 2030 seiring perkembangan Precision Farming (McKinsey.com).

Oleh karena itu, perkembangan pertanian presisi perlu menjadi perhatian khusus karena bisa berdampak besar pada sektor ekonomi dunia terutama Indonesia.

  • BIOPS Agrotekno sebagai perusahaan precision farming

BIOPS Agrotekno sebagai salah satu start-up bidang teknologi pertanian di Indonesia terus mendorong Pertanian Presisi dengan membuat produk bernama ENCOMOTION dengan konsep M2M IoT (Machine To Machine-Internet of Things). Produk ini bisa memantau kondisi lingkungan dan mengontrol penyiraman air secara presisi dan bisa diakses melalui aplikasi smartphone bernama ENCOMOTION secara real-time. Harapannya dengan ENCOMOTION, kita bisa membawa era baru pertanian di Indonesia sekaligus meningkatkan ekonomi masyakarat.

Penulis : Faisal


Referensi :

McKinsey & Company

World Economic Forum

Leave a Reply

Your email address will not be published.