Ternyata! Ini Jenis Irigasi Yang Membantu Pertanian

(Bagian 1)

Irigasi merupakan salah satu komponen utama di bidang pertanian. Mengapa? Dengan irigasi, menjadi pendukung untuk lahan pertanian yang tidak hanya bergantung pada air hujan yang tidak teratur. Namun, Sobat bisa menggunakan air yang telah disalurkan melalui pipa atau perpipaan. Keberadaan irigasi tidak hanya mempengaruhi produktivitas tanaman, luas tanam dan intensitas pertanaman, tetapi berpotensi juga memperluas areal baru bahkan menentukan kualitas produksi tanaman. Dengan membangun sistem irigasi, kebutuhan air tanaman dapat terpenuhi dan dikelola dengan baik. Ada banyak jenis irigasi, mulai dari tradisional hingga modern dengan teknologi. Berikut ini adalah jenis irigasi yang dapat diterapkan pada lahan pertanian.

1. Irigasi Permukaan

Irigasi permukaan merupakan Jenis Irigasi tertua  di Indonesia. Jenis irigasi ini menggunakan gravitasi, karena menerapkan irigasi dengan membiarkan air mengalir ke lahan pertanian dengan sendirinya. Agar lebih efektif, banyak petani mendistribusikan air di antara bedengan lahan pertanian. Umumnya irigasi pertanian jenis ini juga dilakukan dengan cara membanjiri lahan pertanian dengan air sampai ketinggian tertentu. 

Sistem irigasi ini tidak hanya menggunakan gravitasi, tetapi juga menggunakan struktur seperti bendungan atau freewheels. Fungsinya cocok untuk tanah pertanian bertekstur halus hingga sedang. Sementara irigasi banjir dapat diterapkan pada lahan pertanian dengan topografi datar, distribusi air dapat merata. Jenis irigasi yang cukup tradisional ini masih banyak digunakan oleh petani Indonesia.

2. Irigasi Mikro

Sistem irigasi ini, juga dikenal sebagai irigasi tetes, adalah metode pemberian air langsung ke tanaman. Air dapat diberikan di atas tanah atau di tengah secara perlahan menetes ke tanah di sekitar tanaman. Jenis irigasi ini menggunakan alat distribusi air yang disebut emitor. Air yang keluar dari pemanas dapat menyebar secara horizontal dan vertikal di profil tanah karena gaya kapiler dan gravitasi.  Kebutuhan air setiap jenis tanaman dapat disesuaikan  tergantung pada fase pertumbuhannya. Irigasi tetes ini sudah banyak diterapkan di Indonesia. Salah satu petani yang menggunakan sistem irigasi tetes yaitu Kang Elvan dari Pangalengan, Bandung, Jawa Barat. Beliau menggunakan irigasi tetes di kebun dengan menanam kentang. Penggunaan irigasi tetes ini juga dilengkapi dengan teknologi IoT yang bernama Encomotion.

3. Irigasi Bawah Permukaan

Sistem irigasi bawah permukaan memakai pengairan pada lapisan tanah. Dengan cara air meresap ke dalam tanah melalui akar menggunakan pipa maupun saluran terbuka. Sistem irigasi ini sangat cocok digunakan di daerah yang memiliki tekstur tanah sedang hingga kasar, agar tidak terjadi penyumbatan pada lubang air. Irigasi bawah permukaan tepat untuk tanah dengan kadar garam rendah.

4. Irigasi Curah

Irigasi curah dilakukan dengan cara menyemprotkan air ke udara kemudian jatuh ke tanah seperti air hujan. Fungsi irigasi curah yaitu untuk mendistribusikan air secara merata. Artinya tidak ada air yang hilang dalam bentuk limpasan selama proses irigasi. Sistem irigasi ini cocok untuk daerah pertanian yang kecepatan anginnya sedang, sehingga penggunaan air irigasi lebih efisien dan optimal.

Itulah jenis-jenis irigasi pertanian yang harus diketahui. Setiap jenis irigasi mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Maka, harus disesuaikan dengan jenis tanaman dan jenis lahan pertanian Sobat. Jika ingin berkonsultasi mengenai sistem irigasi yang paling tepat di lahan, hubungi kami!

Nantikan artikel bagian 2 yang membahas mengenai fungsi-fungsi irigasi!.


Referensi:

Fakultas Pertanian UMA

Kementrian Pertanian RI

 

One thought on “Ternyata! Ini Jenis Irigasi Yang Membantu Pertanian

Leave a Reply

Your email address will not be published.