Encomotion, Sistem Irigasi Pintar, Alat Penyiram Tanaman Otomatis

Muhammad Fahri Riadi (26) Founder Encomotion (kanan) dan Nugroho Hari Wibowo (27) Co Founder Encomotion memamerkan teknologi yang mereka kembangkan, Encomotion.

Jumat, 8 Februari 2019 19:19

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Upaya untuk mengembangkan teknologi ke sektor pertanian terus berlangsung. Satu di antaranya adalah upaya dua lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang mengembangkan startup yang mereka namakan Encomotion.

Encomotion merupakan satu di antara produk inovasi BIOPS Angroteknologi, sistem irigasi pintar yang mengatur air tanaman berdasarkan kondisi lingkungan.

Muhammad Fahri Riadi (26) Founder dan Nugroho Hari Wibowo (27) Co Founder Encomotion, menjelaskan Encomotion semacam perangkat sensor lingkungan yang dapat membaca dan menganalisis suhu udara, kelembapan udara, dan intensitas cahaya.

Kemudian dari data tersebut dapat ditentukan efesiensi waktu dan jumlah air yang dibutuhkan tanaman secara tepat atau presisi.

“Sistem yang kami bangun ini yaitu mengembangkan teknologi untuk sistem penyiraman. Intinya, kami ngobrol sama tanaman, seberapa haus tanaman, maka kami bisa memberikannya sesuai kebutuhannya,” ujar mereka saat ditemui Tribun Jabar di LPIK ITB, Jalan Ganeca No 15 Lb Siliwangi Coblong Kota Bandung, Jumat (9/2/2019).

Selanjutnya, ucap Nugroho, perangkat ini dapat memudahkan petani memonitor kondisi lingkungan melalui basis android atau website. Pemantauan bisa dilakukan di lokasi tanaman, kondisi suhu atau temperatur terkini, intensitas cahaya, serta monitoring jumlah air yang dibutuhkan tanaman saat itu. Kapasitas atau volume air yang dibutuhkan tanaman tersebut dapat ditentukan berdasarkan kondisi cuaca melalui sensor Encomotion. Melalui perangkat Encomotion, petani bisa mengetahui waktu dan cara yang tepat untuk melakukan penyiraman secara otomatis dan efisien.

Sistem Encomotion terintegrasi dengan basis Internet of Thinks (IoT), semua sistem m to m (machine to machine). Alat sensor lingkungan yang dapat mendeteksi kondisi lingkungan terhubung pada keran dan penyiram otomatis. Alat ini yang dapat dimonitor dari jarak jauh berbasis android dan website.

Sementara itu Fahri menjelaskan pengembangan Encomotion mulai dari penelitian pada 2016 yang lalu dipatenkan.Ia dan Nugroho juga mematenkan algoritma, misal dari pengaturan waktu dan lainnya. Hasil penelitian itu lalu diuji coba. Setelah dua tahun, ucap Fahri, produktivitas tanaman atau hasil panen terbukti mengalami peningkatan hingga 40 persen. Dari sisi efektivitas penyiraman otomatis menggunakan Encomotion hemat waktu hingga 50 persen dibanding penyiraman manual memakai selang. Karena itu, Nugroho dan Fahri berharap Encomotion membantu kerja petani.

“Pekerjaan menyiram itu tadi bisa di-handle Encomotion, petani bisa melakukan pekerjaan lain,” ujarnya.

 

Penulis: Hilda Rubiah

Editor: Tarsisius Sutomonaio

 

Sumber :
https://jabar.tribunnews.com/2019/02/08/encomotion-sistem-irigasi-pintar-alat-penyiram-tanaman-otomatis

× KONSULTASI GRATIS